image-path image-path

3 Mitos Tentang Kanker Prostat yang Sebaiknya Diabaikan

artikel-detail

Banyak mitos tentang kanker prostat yang sudah terlanjur dipercaya sebagian besar masyarakat. Hal tersebut memprihatinkan mengingat kepercayaan yang salah berpotensi mempersulit penyembuhan penyakit ini.

Kanker prostat sendiri mungkin tidak sepopuler jenis kanker lainnya. Karena jarang dibahas, banyak hal yang membuat sebagian besar masyarakat merasa bingung. Yang menyedihkan, penyakit ini menjadi kanker nomor dua paling umum yang diderita kaum pria. Di Indonesia sendiri, prevalensi kanker prostat di Indonesia tahun 2013 adalah sebesar 0,2‰ atau diperkirakan sebanyak 25.012 penderita.

Meski para ahli medis telah melakukan penelitian hingga 25 tahun lamanya untuk mengidentifikasi lebih dari 29 macam kanker prostat, namun masih banyak konsepsi yang salah mengenai penyakit ini. Beberapa mitos tentang kanker prostat yang masih banyak dipercaya antara lain:

  • Hanya menyerang manula
    Mitos yang salah tentang kanker prostat yang masih saja dipercaya banyak orang adalah anggapan bahwa hanya manula yang bisa terkena kanker ini. Meski masih jarang ditemukan pada pria di bawah 40 tahun, namun usia bukanlah satu-satunya faktor penentu.
    Riwayat keluarga juga berperan penting terkait risiko penyakit ini. Laki-laki yang memiliki ayah atau saudara laki-laki terkena kanker prostat memiliki risiko 2 hingga 3 kali terkena penyakit yang mematikan ini. Makin banyak kerabat yang mengalami penyakit ini, makin besar peluang Anda mendapatkannya.
    Jika Anda memiliki gejala dan faktor risiko di atas, jangan ragu untuk menghubungi dokter. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan kondisi yang sebenarnya.
  • Pengobatan kanker prostat sebabkan impoten Mitos tentang kanker prostat yang juga harus direvisi adalah mengenai keyakinan bahwa pengobatan penyakit ini pasti menyebabkan impotensi. Sebab, berkat kemajuan ilmu pengetahuan hal ini sudah bisa dikurangi dengan signifikan. Hal tersebut dibuktikan oleh penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Urology edisi Desember 2014.
    Kini, berkat teknik bedah yang semakin baik, proses pemulihan bisa lebih cepat dengan efek samping yang lebih sedikit. Menurut data, setahun setelah operasi sekitar 25 persen pasien kanker prostat mengatakan fungsi seksualnya baik-baik saja. Adapun pasien yang mengalami disfungsi ringan sebanyak 25 persen, menderita disfungsi ereksi sedang 25 persen, dan yang parah 25 persen.
    Jangan lupakan faktor usia untuk masalah yang satu ini. Jika penderita sudah berusia 60 atau 70-an, sebagian besar dari mereka mungkin memang sudah memiliki masalah terkait fungsi seksual. Meski demikian, perawatan kanker prostat bukan berarti akan memperburuk kondisi.
  • Bebas kanker prostat jika tak punya gejalanya Salah satu mitos tentang kanker prostat yang paling membahayakan adalah keyakinan bahwa tidak memiliki gejala kanker ini berarti terbebas dari risiko. Justru sebaliknya, kanker ini merupakan salah satu yang paling sering muncul tanpa gejala. Bahkan sering kali gejala yang dirasakan dikaitkan dengan penyakit lain.
    Sebagai gambaran, gejala umum dari penyakit ini adalah sering ingin buang air kecil, sulit memulai dan menghentikan buang air kecil, dan aliran kencing lemah atau terganggu. Gejala lainnya bisa berupa buang air kecil menyakitkan seperti terbakar, susah ereksi, sakit saat ejakulasi, urin atau sperma berdarah, atau nyeri pada pinggang, pinggul, atau paha atas.

Memelihara mitos tentang kanker prostat sebagai fakta sebaiknya segera ditinggalkan. Jangan ragu berkunjung ke dokter jika merasakan salah satu atau beberapa gejala di atas guna memastikan kondisi kesehatan Anda. Jika pun terkena penyakit ini, deteksi dini dan perawatan dengan segera kemungkinan akan memperbesar peluang untuk sembuh.