image-path image-path

Mengenal Lebih Jauh tentang Kanker Prostat

artikel-detail

Penyakit kanker masih menjadi penyakit yang paling mematikan di seluruh dunia. Beberapa jenis kanker yang sering didengar, seperti kanker paru, kanker hati, kanker usus kolorektal, dan kanker payudara merupakan penyebab terbesar kematian akibat kanker setiap tahun di seluruh dunia. Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2012, di Indonesia sendiri terdapat sekitar 8,2 juta kematian yang disebabkan oleh kanker, salah satunya termasuk kanker prostat. Sebenarnya, apa itu kanker prostat dan bagaimana mengenali gejalanya?

Tentang kanker

Tumor adalah pertumbuhan tidak normal pada sel tubuh.
Tumor terbagi menjadi dua jenis, tumor jinak dan tumor ganas. Ciri tumor jinak yaitu tumbuh secara terbatas, tidak menyebar, tidak makin membesar dan dapat dikeluarkan utuh pada saat operasi dengan tingkat kesembuhan yang relatif tinggi. Sedangkan untuk tumor ganas dapat berkembang dan menyusup ke jaringan sekitarnya dan dikenal sebagai Kanker.

artikel-detail

Ilustrasi pertumbuhan sel kanker, yaitu sel yang tumbuh tidak terkendali

Pertumbuhan sel yang tidak terkendali tersebut dapat ditentukan dengan penentuan stadium sel kanker dimana pada kanker prostat, dapat dinilai mulai dari peningkatan hasil tes PSA ketika pemeriksaan laboratorium atau berdasarkan pembesaran kelenjar prostat dimana tingkat keparahan perjalanan penyakit masih rendah apabila pembesaran sel baru sekitar 5% dari ukuran prostat normal, sel kanker belum tersebar ke pembuluh limfe sekitarnya, serta sel kanker tidak berkembang mempengaruhi jaringan sekitar prostat.

Apa itu kanker prostat?

Prostat adalah kelenjar yang berada di bawah kandung kemih dan di depan rektum (saluran akhir pencernaan sebelum anus) pada pria, di mana fungsi kelenjar ini adalah menghasilkan cairan untuk melindungi sperma dari zat asam saat masuk ke dalam vagina dan rahim dalam proses ejakulasi.

Kelenjar prostat mulai terbentuk pada saat janin berada dalam kandungan dan akan terus tumbuh setelah lahir sampai mencapai ukuran sepenuhnya sebesar biji kenari saat akil balik. Pertumbuhan normal kelenjar ini dipengaruhi oleh hormon testosteron pada pria.

artikel-detail

Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang melindungi sperma

Seperti jenis kanker lainnya, kanker prostat berawal dari pertumbuhan sel yang tidak terkendali di dalam kelenjar prostat.

Menurut data dari WHO, kanker prostat menempati urutan kedua dari kasus kanker yang paling sering terjadi pada pria di seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia, kanker prostat menempati urutan kelima dari jenis kanker terbanyak. Meski begitu, menurut data dari Global Cancer Observatory (IARC/International Agency for Research on Cancer) tahun 2012, kematian akibat kanker prostat memiliki persentase yang lebih rendah dibandingkan dengan kasus baru, sehingga jika penyakit kanker tersebut dapat dideteksi dan ditangani sejak dini maka kemungkinan sembuh akan lebih tinggi.

Mendeteksi Kanker Prostat Sejak Dini

Risiko kanker prostat lebih tinggi pada pria usia lanjut. Karena itu, pria yang telah memasuki usia 40-50 tahun dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium sederhana seperti PSA (Prostate Specific Antigen), dimana nilai kadar yang tinggi menunjukkan suatu kondisi abnormal pada prostat. Jika hasil tes PSA tinggi, maka pasien dianjurkan untuk menemui dan berkonsultasi dengan dokter spesialis Urologi.

Apakah Anda berisiko menderita kanker prostat?

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko Anda terserang kanker prostat. Selain pria di usia lanjut (60-79 tahun), faktor lainnya dapat berupa riwayat keluarga seperti ayah atau saudara kandung laki-laki yang pernah menderita kanker prostat (dapat pula terjadi apabila riwayat keluarga dengan kanker payudara maupun kanker ovarium).

Gejala kanker prostat

Umumnya kanker prostat tidak menimbulkan gejala jika masih pada stadium awal. Namun, kanker prostat dapat dideteksi dini melalui pemeriksaan medical check up di rumah sakit. Jika terdiagnosa kanker prostat, penderitanya kemudian akan diberikan terapi konservatif seperti obat-obatan hingga prosedur operasi.