image-path image-path

Pentingnya Deteksi Dini Kanker Prostat

artikel-detail

Pengobatan penyakit kanker umumnya berlangsung jangka panjang dan bergantung dari stadium kanker. Semakin dini kita mengetahui diagnosa kanker, maka risiko pertumbuhan sel kanker lebih lanjut bisa ditekan.

Bagi Anda yang memiliki faktor risiko terkena kanker prostat, sebaiknya lakukan pemeriksaan secara rutin, mengingat pertumbuhan kanker prostat yang cenderung lambat dan tidak menyebar. Karena kanker prostat umumnya tidak menimbulkan gejala yang dapat disadari pada stadium awal, banyak pasien yang datang ke dokter ketika kankernya sudah menyebar sehingga lebih sulit untuk diobat. Kanker prostat stadium awal masih bisa diobati dengan terapi radiasi dan operasi.

Berbeda dari kanker stadium awal, kanker prostat stadium lanjut dapat menyebabkan penderitanya mengalami sejumlah gejala, seperti penurunan berat badan, keinginan untuk buang air kecil lebih sering, urin yang bercampur darah, dan juga nyeri pada pinggul atau panggul. Meski begitu, gejala tersebut tidak selalu menjadi tanda-tanda pasti bahwa Anda mengidap kanker prostat sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut dan spesifik.

Selain terapi kimia atau kemoterapi dan operasi (Prostatektomi/membuang kelenjar prostat), penanganan untuk pasien penderita kanker prostat juga bisa dilakukan dengan memberikan ADT (Androgen Deprivation Therapy). ADT adalah terapi yang bersifat hormonal. Oleh karena sel kanker prostat membutuhkan hormon testosteron (hormon seks laki-laki) untuk tumbuh, maka proses memperlambat produksi testosteron dapat mengecilkan sementara atau memperlambat pertumbuhan kanker prostat. Dengan menjalani pengobatan ADT, maka kemungkinan perkembangan penyakit kanker prostat dapat ditekan sehingga angka harapan hidup penderita kanker prostat dapat lebih baik. Tentu saja hal tersebut akan dapat terjadi apabila ditunjang dengan kepatuhan pasien menjalani terapi hormon ADT ini.

Pengobatan kanker prostat memerlukan waktu cukup lama sehingga dapat membuat pasien jenuh untuk mengkonsumsi obat-obatan jangka panjang. Karena itu, peran keluarga atau kerabat dekat sangat diperlukan untuk terus memberikan support bagi penderita kanker, contohnya dengan mengingatkan pasien untuk selalu minum obat secara teratur, menemani pemeriksaan di rumah sakit secara berkala hingga memberikan dukungan moril agar mereka terus semangat untuk sembuh. Selain itu, keluarga dan kerabat dekat penderita juga sebaiknya memahami risiko, gejala, dan cara pengobatan agar bisa melakukan deteksi dini atau intervensi medis sesegera mungkin, sebelum sel kanker berkembang dan menjadi sulit dikendalikan atau bertambah ganas.