image-path image-path

Keluarga Tetap Kuat Salah Satu Kunci Perawatan Kanker Prostat

artikel-detail

Salah satu kunci perawatan kanker prostat agar pasiennya tetap optimis adalah keluarga tetap kuat menghadapi kondisi ini. Tanpa dukungan keluarga dan orang-orang terkasih, semangat penderita kemungkinan akan turun sehingga memperburuk kondisinya.

Wajar jika keluarga merasakan takut, marah, depresi, dan kehilangan ketika ada salah satu anggotanya mengalami kanker prostat. Pastinya, aneka perasaan tersebut tidak berkelanjutan karena bukan merupakan jalan keluar yang baik. Berdamailah dengan keadaan sembari mencari informasi sebanyak mungkin tentang cara merawat mereka yang mengalami kondisi tersebut.

Salah satu yang harus dipahami agar keluarga tetap kuat adalah mengetahui risiko yang mungkin muncul sesudah anggota keluarga divonis kanker prostat. Banyak perubahan yang mungkin terjadi mulai dari emosi, hubungan antar anggota keluarga, hingga keuangan keluarga. Selain itu, keluarga juga harus sadar bahwa ada peran dan tanggung jawab baru yang diemban dalam menghadapi situasi tersebut.

Lakukan Ini Agar Keluarga Tetap Kuat

Orang yang didiagnosis kanker prostat mungkin akan merasa tak berarti hingga depresi. Padahal kedua perasaan tersebut hanya membuat kondisi semakin memburuk. Untuk itulah, keluarga harus bersikap bijak menghadapinya. Beberapa sikap yang sebaiknya dibangun adalah:

  • Respon dengan empati
    Bukan perkara mudah bagi seseorang yang terkena kanker prostat untuk mengabarkan kondisinya, bahkan kepada orang terdekat sekalipun. Jika mereka mampu melakukannya, jangan memberikan respon yang sembarangan. Ada baiknya anggota keluarga yang lain menjadi pendengar yang baik, memberi respon berupa empati, dan tetap bersemangat di samping penderita. Respon yang baik dari anggota keluarga merupakan salah satu langkah kunci dalam perawatan kanker prostat.
  • Jadilah teman terpercaya
    Ketika penderita mencurahkan kondisinya kepada anggota keluarga, pastikan Anda menjadi pihak yang bisa dipercaya. Selain itu, anggota keluarga juga sebaiknya bisa memberikan solusi ketika dimintai pendapat penderita. Salah satu tanda keluarga tetap kuat dalam menghadapi kondisi tersebut adalah mampu menjadi solusi bagi penderita. Oleh karenanya, jangan pernah bosan mempelajari berbagai hal terkait kanker prostat.
  • Tetapkan batasan
    Pada beberapa orang, mungkin merasa risih jika tiba-tiba hidupnya diperhatikan atau dibantu oleh semua anggota keluarga. Selain itu, ada juga yang merasa tak berguna jika tiba-tiba segala aktivitasnya dibantu orang lain. Guna menghindari kesalahpahaman seperti itu, sebaiknya semua pihak saling terbuka dan jujur. Jika perlu, tetapkan batasan mana yang memang harus dibantu dan mana yang tidak agar tidak merugikan salah satu pihak.
  • Jangan biarkan ia merasa ditinggalkan
    Salah satu kunci perawatan kanker prostat adalah teratur berkonsultasi dengan dokter. Saat berdiskusi dengan dokter, usahakan penderita jangan pergi sendirian. Temani dan tunjukanlah bahwa Anda benar-benar antusias menemani penderita. Bukan hanya menemani, anggota keluarga lain juga bisa belajar langsung kepada dokter tentang bagaimana merawat dan memecahkan masalah lain terkait penyakit ini.
  • Jadilah teman curhat yang baik
    Setiap pasien pasti memiliki ketakutan dan kekhawatiran tersendiri mengenai kondisi yang dialaminya. Usahakan anggota keluarga menjadi tempat mencurahkan isi hati yang nyaman. Jangan pernah berusaha mengorek keterangan mengenai ketakutan dan kekhawatiran penderita apalagi jika dilakukan dengan paksa. Berikan penderita kanker prostat keleluasaan dan kebebasan untuk berbagi apa yang ia rasakan.

Tentu saja menjadi keluarga yang tetap kuat dalam menghadapi perawatan kanker prostat salah satu anggotanya tidak semudah membalikan telapak tangan. Perlu proses yang mungkin tidak sebentar untuk berkompromi dengan kondisi ini. Namun, selalu ada jalan bagi yang berusaha bukan?

Menjadi seorang caregiver (pendamping/pengasuh pasien) merupakan tantangan tersendiri. Banyak caregivers yang mengesampingkan kebutuhan dan perasaan mereka sendiri untuk fokus pada penderita kanker. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memicu stress bagi pengasuh yang berdampak pada fisik dan psikologis. Apapun peran Anda sekarang bagi penderita kanker, sangat umum apabila Anda stres atau bingung. Jika memungkinkan cobalah untuk berbagi perasaan dengan orang lain atau komunitas dengan kondisi serupa seperti yang saat ini sedang Anda hadapi atau dapat pula mencari bantuan dari seorang konselor.